Just another WordPress.com site

RETARDASI MENTAL

  1. A.    DEFINISI

Terdapat berbagai macam definisi mengenai retardasi mental,menurut:

  • WHO

Retardasi mental yaitu kemampuan mental yang tidak mencukupi.

  • Carter CH

Retardasi mental yaitu suatu kondisi yang ditandai oleh intelegensi yang rendah yang menyebabkan ketidak mampuan individu untuk belajar dan beradaptasi terhadap tuntutan masyarakat atas kemampuan yang di anggap normal.

  • Crocker AC

Retardasi mental yaitu apabila jelas terdapat fungsi intelegensi yang rendah,yang di sertai adanya kendala dalam penyesuaian perilaku,dan gejalanya timbul pada masa perkembangan.

  • Melly Budhiman

Seseorang di katakan retardasi mental bila memenuhi criteria sebagai berikut:

ü  Fungsi intelektual umum di bawah normal

ü  Terdapat kendala dalam perilaku adaptif social

ü  Gejalanya timbul dalam masa perkembangan yaitu di bawah usia 18 tahun.

 

  1. B.     ETIOLOGI

Organik                                                                                                                

  1. Faktor prekonsepsi : kelainan kromosom (trisomi 21/Down syndrome dan Abnormalitas single gene (penyakit-penyakit metabolik, kelainan neurocutaneos, dll.)
  2.  Faktor prenatal : kelainan petumbuhan otak selama kehamilan    (infeksi, zat teratogen dan toxin, disfungsi plasenta)
  3. Faktor perinatal : prematuritas, perdarahan intrakranial, asphyxia neonatorum, Meningitis, Kelainan metabolik:hipoglikemia, hiperbilirubinemia,  dll
  4. Faktor postnatal : infeksi, trauma, gangguan metabolik/hipoglikemia, malnutrisi, CVA (Cerebrovascularaccident), Anoksia, misalnya tenggelam

Non organik

  1. Kemiskinan dan klg tidak harmonis
  2. Sosial kultural
  3. Interaksi anak kurang
  4. Penelantaran anak

Faktor lain : Keturunan; pengaruh lingkungan dan kelainan mental lain

 

  1. C.    PATOFISIOLOGI

Retardasi mental merujuk pada keterbatasan nyata fungsi hidup sehari-hari. Retardasi mental ini termasuk kelemahan atau ketidakmampuan kognitif yang muncul pada masa kanak-kanak ( sebelum usia 18 tahun ) yang ditandai dengan fungsi kecerdasan di bawah normal ( IQ 70 sampai 75 atau kurang ) dan disertai keterbatasan-keterbatasan lain pada sedikitnya dua area fungsi adaftif : berbicara dan berbahasa, kemampuan/ketrampilan merawat diri, kerumahtanggaan, ketrampilan sosial, penggunaan sarana-sarana komunitas, pengarahan diri, kesehatan dan keamanan, akademik fungsional, bersantai dan bekerja.        

Penyebab retardasi mental bisa digolongkan kedalam prenatal, perinatal dan pasca natal. Diagnosis retardasi mental ditetapkan secara dini pada masa kanak-kanak.

 

  1. D.    MANIFESTASI KLINIS

Dibawah ini beberapa kelaianan fisik dan gejala yang sering disertai retardasi mental, yaitu :

  1. Kelainan pada mata
  2. Kejang
  3. Kelainan kulit
  4. Kelainan rambut
  5. Kepala   
  6. Perawakan pendek
  7. Distonia

 

 

 

 

Sedangkan gejala dari retardasi mental tergantung dari tipenya, adalah sebagai berikut:

1. Retardasi mental ringan

Kelompok ini merupakan bagian terbesar dari retardasi mental. Kebanyakan dari mereka ini termasuk dari tipe social-budaya dan diagnosis dibuat setelah anak beberapa kali tidak naik kelas. Golongan ini termasuk mampu didik, artinya selain dapat diajar baca tulis bahkan bias bisa sampai kelas 4-6 SD, juga bisa dilatih keterampilan tertentu sebagai bekal hidupnya kelak dan mampu mandiri seperti orang dewasa yang normal. Tetapi pada umumnya mereka ini kurang mampu menghadapi stress sehingga tetap membutuhkan bimbingan dari keluarganya.

2. Retardasi mental sedang

Kelompok ini kira-kira 12% dari seluruh penderita retardasi mental, mereka ini mampu latih tetapi tidak mampu didik. Taraf kemampuan intelektualnya hanya dapat sampai kelas dua SD saja, tetapi dapat dilatih menguasai suatu keterampilan tertentu, misalnya pertukangan, pertanian, dll. Apabila bekerja nanti mereka ini perlu pengawasan. Mereka juga perlu dilatih bagaimana mengurus diri sendiri. Kelompok ini juga kurang kurang mampu menghadapi stress dan kurang mandiri sehingga perlu bimbingan dan pengawasan.

3. Retardasi mental berat

Sekitar 7% dari seluruh penderita retardasi mental masuk kelompok ini. Diagnosis mudah ditegakkan secara dini karena selain adanya gejala fisik yang menyertai juga berdasarkan keluhan dari orang tua dimana anak sejak awal sudah terdapat keterlambatan perkembangan motorik dan bahasa. Kelompok ini termasuk tipe klinik. Mereka dapat dilatih hygiene dasar saja dan kemampuan berbicara yang sederhana, tidak dapat dilatih keterampilan kerja, dan memerlukan pengawasan dan bimbingan sepanjang hidupnya.

4. Retardasi mental sangat berat

Kelompok ini sekitar 1% dan termasuk dalam tipe klinik. Diagnosis dini mudah dibuat karena gejala baik mental dan fisik sangat jelas. Kemampuan berbahasanya sangat minimal. Mereka ini seluruh hidupnya tergantung orang disekitarnya.

 

 

 

  1. E.     KLASIFIKASI

Menurut nilai IQ-nya, maka intelegensi seseorang dapat digolongkan sebagai berikut (dikutip dari Swaiman 1989):

Nilai IQ

Sangatsuperior 130 atau lebih

Superior 120-129

Diatas rata-rata 110-119

Rata-rata 90-110

Dibawah rata-rata 80-89

Retardasi mental borderline 70-79

Retardasi mental ringan (mampu didik) 52-69

Retardasi mental sedang (mampu latih ) 36-51

Retardasi mental berat 20-35

Retardasi mental sangat berat dibawah 20

Yang disebut retardasi mental apabila IQ dibawah 70, retardasi mental tipe ringan masih mampu didik, retardasi mental tipe sedang mampu latih, sedangkan retardasi mental tipe berat dan sangat berat memerlukan pengawasan dan bimbingan seumur hidupnya.

 

  1. F.     KOMPLIKASI
    1. Serebral palcy
    2. Gangguan kejang
    3. Gangguan kejiwaan
    4. Gangguan konsentrasi /hiperaktif
    5. Defisit komunikasi
    6. Konstipasi

 

  1. G.    PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK

Beberapa pemeriksaan penunjang perlu dilakukan pada anak yang menderita retardasi mental, yaitu (Shonkoff JP, 1992):

  1. Kromosomal kariotipe
  2. EEG (Elektro Ensefalogram)
  3. CT (Cranial Computed Tomography) atau MRI (Magnetic Resonance Imaging)
  4. Titer virus untuk infeksi congenital
  5. Serum asam urat (Uric acid serum)
  6. Uji intelegensi standar ( stanford binet, weschler, Bayley Scales of infant development )
  7. Uji perkembangan seperti DDST II
  8. Pengukuran fungsi adaftif ( Vineland adaftive behaviour scales,v Woodcock-Johnson Scales of independent Behaviour, School edition of the adaptive behaviour scales ).

 

  1. H.    PENATALAKSANAAN
    1. Psikostimulan untuk anak yang menunjukkan gangguan konsentrasi/hiperaktif
    2. Obat Psikotropika (untuk anak dengan perilaku yg membahayakan diri)
    3. Antidepresan, dll
    4.  Rehabilitasi
  • Pendidikandanlatihan : Dimasukkanke SLB untuk RM ringandansedang
  • Perawatandalampantiperawatan
  • Rehabilitasikerja
  • Penerimaananak agar merasaberarti : Penolakan anak meyebabkan frustasi, murung, benci, nakal, dll
  1. Pencegahan
  • Imunisasibagianakdanibu  sebelumkehamilan
  • Konselingperkawinan
  • Pemeriksaankehamilanrutin
  • Nutrisi yang baik
  • Persalinanolehtenagakesehatan
  • Memperbaikisanitasidangiziklg
  • Pendidikankesehatanmengenaipolahidupsehat
  • Program mengentaskankemiskinan, dll

 

  1. I.       ASUHAN KEPERAWATAN

Pengkajian

Data demografi, Identitas Klien, Identitas Orang tua, Riwayat Kesehatan

 Tanda dan gejala :

  • Mengenali  sindrom seperti adanya mikrosepali
  •  Adanya kegagalan perkembangan yang merupakan indikator     RM seperti anak RM berat biasanya mengalami kegagalan perkembangan pada tahun pertama kehidupannya, terutama psikomotor; RM sedang memperlihatkan penundaan pada kemampuan bahasa dan bicara, dengan kemampuan motorik normal-lambat, biasanya terjadi pada usia 2-3 tahun; RM ringan  biasanya terjadi pada usia sekolah  dengan memperlihatkan kegagalan anak untuk mencapai kinerja yang diharapkan.
  • Gangguan neurologis yang progresif
  • Tingkatan/klasifikasi RM (APA dan Kaplan; Sadock dan Grebb, 1994)

Pemeriksaan fisik :

  • Kepala  : Mikro/makrosepali, plagiosepali (bentuk kepala tidak simetris)
  • Rambut : Pusar ganda, rambut jarang/ tidak ada, halus, mudah putus dan cepat berubah
  • Mata : mikroftalmia, juling, nistagmus, dll
  • Hidung : jembatan/punggung hidung mendatar, ukuran kecil, cuping melengkung keatas, dll
  • Mulut : bentuk “V” yang terbalik dari bibir atas, langit-langit lebar/ melengkung tinggi
  • Geligi : odontogenesis yang tidak normal
  • Telinga : keduanya letak rendah; dll
  • Muka : panjang filtrum yang bertambah, hipoplasia
  • Leher : pendek; tidak mempunyai kemampuan gerak sempurna
  • Tangan : jari pendek dan tegap atau panjang kecil meruncing, ibu jari gemuk dan lebar, klinodaktil, dll
  • Dada & Abdomen : terdapat beberapa putting, buncit, dll
  • Genitalia : mikropenis, testis tidak turun, dll
  • Kaki : jari kaki saling tumpang tindih, panjang & tegap/ panjang kecil meruncing diujungnya, lebar, besar, gemuk.

 

DIAGNOSIS KEPERAWATAN YANG MUNGKIN MUNCUL:

  1. Gangguan pertumbuhan dan perkembangan b/d kelainan fungsi Kognitif
  2. Kerusakan komunikasi verbal b/d lambatnya keterampilan ekspresi dan resepsi bahasa.
  3. Risiko cedera b/d perilaku agresif/ koordinasi gerak tidak terkontrol
  4. Gangguan interaksi sosial b/d kesulitan bicara /kesulitan adaptasi sosial
  5. Gangguan proses keluarga b/d memiliki anak RM
  6. Defisit perawatan diri: makan, mandi, berpakaian/ berhias, toileting b/d ketidakmampuan fisik dan mental/ kurangnya kematangan perkembangan.

 

INTERVENSI :

  1. Kaji faktor penyebab gangguan perkembangan anak
  2. Identifikasi dan gunakan sumber pendidikan untuk memfasilitasi perkembangan anak yang optimal.
  3. Berikan perawatan yang konsisten
  4. Tingkatkan komunikasi verbal dan stimulasi taktil
  5. Berikan intruksi berulang dan sederhana
  6. Berikan reinforcement positif atas hasil yang dicapai anak
  7. Dorong anak melakukan perawatan sendiri
  8. Manajemen perilaku anak yang sulit
  9. Dorong anak melakukan sosialisasi dengan kelompok
  10. Ciptakan lingkungan yang aman

  

PENDIDIKAN PADA ORANGTUA :

  1. Perkembangan anak untuk tiap tahap usia
  2. Dukung keterlibatan orangtua dalam perawatan anak
  3. Bimbingan antisipasi dan manajemen menghadapi perilaku anak yang sulit
  4. Informasikan sarana pendidikan yang ada dan kelompok, dll

 

EVALUASI

  • Anak berfungsi optimal sesuai tingkatannya.
  • Dapat berkomunikasi dengan baik sesuai usia.
  • Perilaku dan pola hidup anak jauh dari risiko cidera.
  • Anak berpartisipasi dalam aktivitas bersama anak-anak dan keluarga lain.
  • Keluarga menunjukkan pemahaman tentang penyakit anak dan terapinya.
  • Anak melakukan perawatan diri sesuai tingkat usia dan perkembangan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: