Just another WordPress.com site

pengkajian keluarga

PENGKAJIAN KEPERAWATAN KELUARGA

 

 

  1. I.      Data Umum
    1. Nama Kepala Keluarga     :    Tn.R
    2. Usia                                   :   28 Tahun
    3. Pekerjaan KK                   :   Wiraswasta
    4. Pendidikan KK                 :    SMA
    5. Alamat dan Telepon          :  Jl.Kapten Tantawi No.34 Kel. Bodi Air Tabit  Payakumbuh Timur
      1. Komposisi Keluarga

NO

Nama

JK

Hub dg KK

Umur

Pekerjaan

Status Imunisasi

Ket

BCG

Polio

Hepatitis

DPT

Campak

1

2

3

4

1

2

3

1

2

3

1.

2.

 

 

 

Ny.R

By. B

P

L

Istri

Anak

24 th

3 hari

Ibu RT

P

P

P

P

P

P

P

P

P

P

P

P

P

 

 

 

 

Genogram

 

                                   
     
       
       

 

 

         
       

 

 

   

 

 

 

 

 

 
 
 
 
   
 
 

 

 

 


 

 

 

 

 

 

 


Keterangan:

            = laki-laki                                  

 
   

 


            = perempuan

 

            = menikah

                        = meninggal

 

               = tinggal dalam satu rumah

               
             
 
   

 


                  : Identifikasi Klien

             

                 : Identifikasi klien

 

 

7. Tipe keluarga

Tipe Keluarga Ny. R adalah tipe keluarga inti / Nuclear Family. Keluarga Tn. R terdiri dari Tn.R, Ny.R dan anak pertamanya yang baru lahir (By.B).

 

8. Suku bangsa

Tn.R dan Klien Ny.R bersuku minang (Tn.R bersuku Dendang  dan  Ny. R bersuku Pitopang). Keluarga Ny.R suka makan – makanan yang pedas, berminyak dan bersantan. Keluarga mengonsumsi sayur setiap makan dan hanya sesekali mengonsumsi buah-buahan. Kebiasaan sehari-hari keluarga Ny.R masih dipengaruhi oleh budaya di daerah tempat tinggalnya, misalnya: selama hamil Ny.R tidak boleh memakai jilbab yang dililitkan pada leher, tidak boleh duduk di depan pintu, dan setelah melahirkan Ny.R tidak boleh memakan telur dan makanan sejenisnya yang dapat menimbulkan gatal, tidak boleh makan- makanan yang pedas, bersantan, tidak boleh makan daging dan nangka karena itu akan membuat perut anaknya sakit.

 

 

9. Agama

Keluarga Ny.R beragama Islam, biasanya keluarga melakukan sholat 5 waktu di rumah dan jarang sholat berjamaah dimesjid atau musholla. Ny.R mengatakan ia tidak aktif di dalam kegiatan pengajian di musholla karena sebelumnya Ny.R sibuk dengan kuliahnya dan sekarang ia sibuk mengurus bayinya yang baru lahir.

Menurut Ny.R semua penyakit adalah takdir yang digariskan oleh Allah tetapi sebagai manusia terus berusaha untuk mencapai kesembuhan. Tidak ada nilai- nilai keyakinan yang bertentangan dengan kesehatan. 

 

10.Status Sosial Ekonomi

Menurut Ny.R pendapatan keluarganya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ny.R mengatakan juga memiliki tabungan wajib setiap harinya yaitu Rp50.000/hari. Pendapatan Tn.R ± Rp2.000.000-Rp3.000.000/bulan. Kebutuhan yang dikeluarkan meliputi pengeluaran untuk kebutuhan hidup sehari-hari, ditambah dengan adanya anggota baru yang baru lahir di keluarga Tn.R, yaitu biaya membeli susu dan kebutuhan lainnya, listrik, air. Keluarga mempunyai TV,radio, kendaraan roda dua.

 

11. Aktivitas rekreasi keluarga

Biasanya keluarga menonton TV bersama pada saat malam hari, sambil menonton keluarga saling bercerita dan sharing jika sedang menghadapi suatu masalah. Setiap akhir minggu biasanya Ny.R bersama suami mengunjungi rumah mertuanya dan jalan – jalan keliling kota payakumbuh. 

 

II. Riwayat dan Tahap Perkembangan Keluarga

 

12. Tahap perkembangan keluarga saat ini

Ny.R dan Tn.R menikah pada akhir tahun 2010 dan sekarang sudah di anugerahi seorang bayi yang berumur 3 hari. Saat ini keluarga masuk pada tahap keluarga childbearing dengan tugas perkembangan sebagai berikut:

  1. Persiapan menjadi orangtua
  2. Membagi peran & tanggung jawab
  3. Menata ruang untuk anak, mengembangkan suasana rumah yang menyenangkan
  4. Mempersiapkan dana Child Bearing
  5. Memfasilitasi role learning anggota keluarga
  6. Bertanggung jawab memenuhi kebutuhan bayi – balita
  7. Mengadakan kebiasaan keagamaan secara rutin

 

13. Tahap Perkembangan Keluarga yang belum terpenuhi 

Tugas perkembangan keluarga yang belum terpenuhi yaitu persiapan menjadi orangtua dan menata ruang untuk anak serta mengembangkan suasana rumah yang menyenangkan. Ny.R belum siap untuk mempunyai seorang anak dan memikul tanggung jawab sebagai ibu. Hal ini disebabkan karena Ny.R masih kuliah dan ia ingin segera menyelesaikan kuliahnya. Karena sibuk dengan perkuliahannya, Ny.R belum sempat menata ruang untuk anaknya. Saat pengkajian tampak suasana rumah Ny.R kurang menyenangkan untuk bayi karena atap rumah Ny.R bocor di beberapa titik sehingga kalau hujan, lantai rumah menjadi basah.

14. Riwayat Keluarga Inti 

Tn.R sudah 11 bulan menikah dengan Ny.R, mereka menikah akhir tahun 2010 dengan lama pacaran ± 6 tahun. Tn.R menikah umur 27 tahun dan Ny.R umur 24 tahun. Ny.R berpacaran semenjak ia SMA.

Pada saat ini riwayat kehatan keluarga adalah sebagai berikut:

  • Tn.R  pada saat pengkajian tidak memiliki keluhan kesehatan
  • Ny.R pada saat pengkajian mengeluhkan jahitan bekas vakum nya terasa sakit dan ia juga mengeluhkan ASI nya tidak keluar karena puting susu Ny.R tampak terbenam.
  • By.B pada saat pengkajian terlihat kuning karena sedikit mendapatkan ASI, untuk itu Ny.R memberikan susu formula sebagai PASI. 

 

15. Riwayat Keluarga Sebelumnya

  • Riwayat keluarga dari pihak suami: Ayah Tn.R tidak pernah mengalami penyakit yang serius, beliau hanya mengalami penurunan status kesehatan karena proses menua. Ibu Tn.R menderita hipertensi sejak satu tahun yang lalu dan kolesterolnya tinggi.
  • Riwayat keluarga dari pihak istri : Ayah dan Ibu dari Ny.R tiadak ada menderita penyakit yang serius.

 

III. Pengkajian Lingkungan

 

16. Karakteristik Rumah

Rumah Tn.R dan Ny. R adalah  rumah permanen dan merupakan rumah milik Ibu dari Ny.R.  Rumah terdiri dari  3 kamar tidur, ruang tamu , ruang keluarga, dapur, dan kamar mandi. Penataan perabotan dalam rumah Ny.R tidak begitu rapi karena Ny.R belum sanggup membereskan rumah paska melahirkan, ventilasi dan penerangan inadekuat, lantai terbuat semen dan saat hujan lantai terasa licin akibat atap rumah yang bocor di beberapa titik, tembok permanen, kuat dan dapat melindungi suhu dingin maupun gangguan keamanan yang lainnya. Ventilasi dan penerangan ketiga kamar tidur inadekuat. Biasanya Ny.R membuang sampah di sungai.

Peralatan mandi lengkap dan setiap anggota keluarga memiliki peralatan mandi sendiri, bak mandi sudak tidak dipakai lagi karena bocor, untuk itu digunakan ember untuk menampung air. Terdapat banyak kain bergelantungan di pintu kamar mandi. Di rumah Ny.R tidak terdapat binatang peliharaan, karena Ny.R memang tidak suka hal- hal seperti itu. Saat pengkajian banyak terdapat nyamuk di rumah Ny.R.

Ny.R kurang nyaman tinggal di rumah tersebut karena beberapa hal yang telah diuraikan di atas. Namun, menurut Ny.R lingkungan tempat tinggalnya cukup aman dari resiko ancaman criminal karena rumah di sekeliling tempat tinggal Ny.R di tempati oleh kakak dan tantenya. Kakak Ny.R lah yang membantu dalam merawat By.B.

 

Denah Rumah

 
   

 

 

 

 

 

 


1

 

                    Keterangan :

                    1 = teras

                    Keterangan :

                    1 = teras

                    2 = ruang tamu

                    3 = kamar tidur

                    4 = ruang keluarga

                    5 = kamar tidur

                    6 = kamar tidur

                    7 = dapur

                    8 = kamar mandi/wc

 

 

  1. 1.      Karakteristik tetangga dan Komunitas RW

Hubungan keluarga Ny.R dengan tetangga berjalan baik. Tipe komunitas bersifat homogen, yaitu umumnya bersuku minang. Satu kali dalam sebulan dilingkungan tempat tinggal Ny.R diadakan gotong royong bersama tetangga untuk membersihkan lingkungan. Sebagian besar komunitas adalah penduduk pribumi dan hanya sebagian kecil penduduk pendatang. Sebagian besar  penduduk bekerja sebagai petani. Perumahan penduduk dilingkungan rumah Ny.R cukup padat, jalan yang digunakan  relatif aman namun jalanan disana cukup sepi. Pelayanan kesehatan yang ada berupa praktek bidan, dan puskesmas. Tapi Rumah sakit cukup jauh dari sana.

 

 

 

18. Mobilitas Geografis

Ny.R sudah 10 tahun menempati tempat tinggalnya sekarang, sebelumnya Ny.R ikut dengan ibunya yang bekerja ke Malaysia. Semenjak menikah, sudah 11 bulan Ny.R dan Tn.R menempati rumah tersebut. Namun Ny.R juga sering menginap di rumah mertuanya bersama suami.

 

19. Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat

Tn.R dan Ny.R biasanya berkumpul pada malam hari bersama keluarganya, dimana seluruh anggota keluarga dapat berkumpul secara utuh setelah kesibukan pada pagi dan siang hari. Aktivitas yang dilakukan saat berkumpul di malam hari biasanya adalah makan malam bersama, dan menonton TV.

Hubungan keluarga Tn.R dengan  keluarga besar dari pihak Ny.R berjalan baik. 

Interaksi  masyarakat : keluarga Tn R dan Ny R  dapat berinteraksi baik dengan masyarakat di lingkungan rumahnya dan  Tn.R cukup aktif mengikuti perkumpulan dengan pemuda kampung dilingkungan tempat tinggalnya.

 

20. Sistem Pendukung Keluarga.

Apabila timbul masalah kesehatan, keluarga menggunakan sistem pendukung yang tersedia di lingkungannya seperti: praktek bidan lokasinya ±100m dan Puskesmas ±300 dari rumahnya. Keluarga Ny.R tidak memiliki ASKES untuk berobat ke pelayanan kesehatan.

 

 

IV. Struktur Keluarga

 

21. Pola komunikasi keluarga

Komunikasi antar keluarga cukup baik, terbuka, dan komunikasi  berjalan dua arah karna adanya musyawarah jika ada masalah dalam keluarga. Tidak ada pola komunikasi disfungsional yang ditemukan dalam keluarga. Dalam berkomunikasi keluarga menggunakan bahasa minang, keluarga tidak memiliki kesulitan bahasa dalam penerimaan pesan, dan frekuensi komunikasi dalam keluarga setiap hari dilakukan.

 

22. Struktur Kekuatan Keluarga

Pengendali keluarga adalah Tn.R sebagai kepala keluarga. Cara keluarga dalam mengambil keputusan adalah dengan musyawarah/ kesepakatan dengan seluruh anggota keluarga dan setelah pengambilan keputusan, tidak ada permasalahan dalam anggota keluarga. Secara umum tidak ada yang mendominasi kekuasaan.

 

2.3 Struktur Peran   

  • Tn.R berperan sebagai suami bagi istrinya, dan kepala keluarga yang bertanggung jawab memberi  nafkah bagi keluarga. Menjadi orang tua bagi anak-anaknya dan juga teman hidup bagi istrinya serta pelindung bagi Ny.R.
  • Ny.R berperan sebagai istri dan ibu rumah tangga. Ny.R sangat menyayangi  dan  menghormati suaminya. Ny.R cukup bertanggung jawab terhadap urusan dapur dan merawat bayinya.

 

2.4 Nilai dan Norma Keluarga

Keluarga Tn.R  memiliki nilai dan norma dalam  membina keluarga seperti norma-norma yang berlaku dalam  masyarakat. Norma keluarga yang berkaitan dengan kesehatan adalah bila ada keluarga yang sakit segera diperiksa ke sarana kesehatan seperti puskesmas ataupun rumah sakit kadang  menggunakan  jasa pengobatan tradisional seperti  : Ny.R menggunakan sadah dan daun kacang panjang untuk memperlancar keluarnya ASI. Dalam kehidupan sehari- hari keluarga menjalani hidup berdasarkan tuntunan agama Islam.

 

V. Fungsi Keluarga

 

2.5 Fungsi Afektif

Ny.R mengatakan pernikahannya langgeng-langgeng saja dan Ny.R senang dengan pernikahan  yang  telah dijalaninya selama 11 bulan ini. Walau kadang masih ada perbedaan pendapat dan pertengkaran kecil namun masih bisa diselesaikan dengan baik. Ny.R mengatakan senang punya suami seperti Tn.R dan By.B serta Ny.R sangat sayang pada suami dan anaknya.

 

 

2.6 Fungsi Sosialisasi

Ny.R mengatakan bahwa ia dan suaminya hidup bersama dan saling menyesuaikan dengan lingkungan yang ada dan berinteraksi dengan tetangga. Keluarga Ny.R selalu menjaga hubungan baik dengan  tetangga mereka, jika ada tetangga yang sakit, pesta dan meninggal dunia, anggota keluarga Ny.R menjenguk dan ikut peran serta membantu tetangganya.

 

27. Fungsi Perawatan Kesehatan

Menurut  keluarga Ny.R sehat adalah apabila keluarga dapat melaksanakan seluruh aktivitas sehari-hari dengan baik tanpa ada gangguan. Sedangkan sakit adalah suatu keadaan dimana seluruh kegiatan tidak dapat dilaksanakan/ seluruh aktivitas sehari-hari tidak dapat dilakukan dengan baik dan optimal.

 

  1. A.    Diare

Pada saat pengkajian tanggal 1 oktober 2010 anaknya mengalami diare. Menurut Ny.D  Diare adalah  buang air  besar yang encer  dan  sering.Menurut Ny.D anaknya sudah mencret sebanyak 4x dalam sehari disertai muntah sebanyak 2x.

Penyebab dari penyakit  diare  menurut Ny.D adalah

  • Akibat makan – makanan sembarangan
  • Makan – makanan yang pedas
  • Makan – makanan yang asam (buah-buahan)

Menurut Ny.D  tanda dan gejala diare adalah:

  • Buang air besar encer
  • Anak sering rewel dan menangis akibat sakit
  • Nafsu makan anak berkurang
  • Minum cuman ½ gelas
  • Demam
  • Anus mulai lecet

 

Menurut Ny.D,dia  tidak mengetahui dampak lanjut dari diare.Keluarga Tn.Y sangat cemas dan takut melihat penyakit anaknya dan anaknya  tidak mau makan dan minum. Keluarga Tn.Y baru   membawa  An.A  ke rumah bidan  terdekat namun keluarga Tn.Y belum puas karna penyakit An.A belum  juga sembuh.

 

Ny.D mengatakan sejauh ini sudah merawat  An.A dirumah  dengan cara mengompres suhu An.A agar suhu tubuh  An.A turun dan memberikan  air garam gula sebagai pengganti oralit. Keluarga Tn.Y berusaha memberikan perhatian lebih pada An.A.

Ny.D mengatakan bahwa keluarganya selalu membersihkan lingkungan rumahnya dengan cara goro bersama anggota keluarga yang ada di rumah pada saat hari libur atau pada waktu tidak adanya kesibukan dari masing – masing anggota keluarga.Tempat pembuangan sampah terdiri dari tempat sampah kering dan basah yang telah di sediakan oleh pemerintah setempat dan setiap pagi sampah di jemput oleh petugas kebersihan. Namun Ny.D mengatakan tidak tau bagaimana lingkungan yang baik untuk penyakit diare.

 

Ny.D mengatakan bila timbul masalah kesehatan keluarga,keluarga menggunakan sistem pendukung yang tersedia seperti bidan,puskesmas  dan rumah sakit .Ny.D mengatakan melihat kondisi An.A yang masih diare,tampak pucat dan masih lesu. Ny.D mengatakan akan membawa An.A berobat ke Rumah sakit jika diare anaknya masih berlanjut.

 

28.  Fungsi Reproduksi

Keluarga Ny.R  memiliki 1 orang bayi lak-laki yang berumur 3 hari. Ia berencana cukup memiliki 2 anak. Saat ini Ny.R tidak memakai alat kontrasepsi. Ia ada rencana untuk memakai alat kontrasepsi, namun belum tahu alat kontrasepsi apa yang akan digunakannya.

 

 

 

 

29.  Fungsi Ekonomi  

Ny.R mengatakan dapat mengatur keuangannya dengan baik. Keluarga dapat memenuhi kebutuhan sehari – hari dan memiliki tabungan untuk masa depan dan keperluan yang tidak terduga.

 

VI. Stres dan Koping Keluarga

 

30. Stresor jangka pendek

Saat ini Ny.R mengeluhkan rasa nyeri pada jahitan di vaginanya dan kadang ia merasa lelah karena sering bangun saat tengah malam untuk memenuhi kebutuhan dasar bayinya.  Ny.R mengatakan saat ini ia kurang tidur karena merawat bayinya, selain itu ia mengeluhkan ASI yang sulit keluar dan jika di pompa hanya sedikit keluarnya. Tn.R tidak ada keluhan kesehatan. By.B saat pengkajian tampak agak kuning karena ASI yang inadekuat.

 

31. Stresor jangka panjang

     Saat ini Ny.R memikirkan bagaimana kuliahnya cepat selesai dan ia ingin membuat rumah sendiri bersama suaminya.

 

32. Kemampuan Keluarga Berespon terhadap situasi/stresor

Terhadap stress  jangka pendek Ny.D mengawasi  makanan yang akan  di makan An.A dan segera memberikan obat apabila An.A diare. Sedangkan terhadap stress jangka panjang keluarga Tn.A sudah mulai menabung.

 

33. Strategi Koping yang digunakan

Keluarga menggunakan sistem dukungan sosialnya dari keluarga besarnya. Jika ada keperluan mendadak. Sedangkan jika ada masalah dalam keluarga, keluarga berusaha untuk menyelesaikannya secara musyawarah dan mendiskusikanya.

 

34. Strategi Adaptasi Disfungsional

Keluarga Ny.R tidak memiliki adaptasi yang disfungsional karena Ny.R dan anggota keluarga lainnya selalu terbuka terhadap semua persoalan yang dihadapi sehingga setiap masalah dapat dicarikan jalan keluar secara bersama-sama.

 

VII. Pemeriksaan fisik

 

 

 

No

Pemeriksaan Fisik

Tn. R

Ny. R

By. B

1.

Keadaan Umum

TB : 172cm

BB : 65 Kg

LILA:29 cm

TB : 167 cm

BB : 55 Kg

LILA:24 cm

TB : 100 cm

BB :12 Kg

LILA:15 cm

2.

Kepala :

Simetris, Benjolan (-)

Lesi (-)

Simetris, Benjolan (-)

Lesi (-)

Simetris, Benjolan (-)

Lesi (-)

 

  • Ø Rambut

Ikal, tidak rontok, dan tidak mudah dicabut, berwarna hitam.

Lurus, tidak rontok dan tidak mudah di cabut,berwarna hitam

Lurus,tidak rontok dan berwarna hitam

 

  • Ø Mata

Konjungtiva, tidak anemis, selera tidak iktenik, penglihatan baik

Konjungtiva: sub anemis

Sclera: tidak ikterik, penglihatan baik.

Mata cekung,air mata sudah mulai kurang,konjungtiva anemis.sklera tidak ikterik

 

  • Ø Telinga

Bentuk normal cerumen(-) pendengaran baik, sismetris

Bentuk normal cerumen  (-) pendengaran baik, simetris

 Bentuk normal cerumen  (-) pendengaran baik, sismetris

 

  • Ø Hidung

Polip (-), sinusitis (-), Lendir (-), Penciuman baik,  Simetris

Polip (-), sinusitis (-), Lendir (-), Penciuman baik,  Simetris

 

Polip (-), sinusitis (-), Lendir (-), Penciuman baik, Simetris

 

  • Ø Mulut

Lidah bersih, caries dentisc (-), Sariawan (-) gigi lengkap membrane mukosa lembab.

 

Lidah bersih, caries dentis (-), Sariawan (-) gigi lengkap, membrane mukosa lembab

Mukosa mulut/bibir kering.bibir kering.lidah ada bercak putih.terlihat bekas jahitan  bibir sumbing

 

  • Ø Kulit

Bersih,turgor kulit baik,suhu 36 c

Bersih,turgor kulit baik suhu 37,5oc

Turgor kulit agak jelek,akral  hangat 37,5 c

2.

  • Ø Leher

Tidak ada pembesaran kelenjer tiroid dan KGB

Tidak ada pembesaran kelenjer tiroid dan KGB

 

Tidak ada pembesaran kelenjer tiroid dan KGB

3.

Thorak

Bentuk simetris, tidak teraba benjolan, tidak ada lesi dan lecet

Bentuk simetris, tidak teraba benjolan, tidak ada lesi dan lecet, Adanya striae pada kedua payudara dan bagian abdomen

Bentuk simetris, tidak teraba benjolan, tidak ada lesi dan lecet

4

Sistem Pernafasan

Bunyi nafas vesikuler, RR = 24 x/i, retraksi dinding dada (-) penggunaan otot bantu nafas (-)

Bunyi nafas vesikuler, RR = 18 x/i, retraksi dinding dada (-) penggunaan otot bantu nafas (-)

Bunyi nafas vesikuler, RR = 24 x/i, retraksi dinding dada (-) penggunaan otot bantu nafas (-)

 

Sistem Cardivaskuler

TD : 120/90 mmHg

ND : 90 x/i,

IC tidak terlihat, irama teratur, bunyi jantung jelas

TD : 90/60 mmHg

ND : 80x/i,

IC tidak terlihat, irama teratur, bunyi jantung jelas

TD : 90/60 mmHg

ND : 100 x/i,

IC tidak terlihat, irama teratur, bunyi jantung jelas

4.

Sistem GIT

Bising usus normal BAB 1-2 x/hari

Bising usus normal BAB 2 x/hari

Distensi abdomen

BAB 3-5x/hari  bising usus 40x/i

5.

Sistem Genitourinaria

Tidak ada kelainan, BAK lancar, Frekuensi4-5 x/hari

Tidak ada kelainan, BAK  lancar,4-7 x/hari

Anus  lecet dan memerah,BAK frekuensi 2-3x/hari

6.

Sistem Muskulis

Ekstremitas tidak edema, pergelanangan dengan tidak nyeri pergelangan kaki tidak nyeri varises  (-) reflek patella (+)

Edema pada bagian dorsal pedis, pergelangan tangan dengan tidak nyeri pergelangan kaki tidak nyeri, varises  (-) reflek patella (+)

Ekstremitas tidak edema, pergelanangan dengan tidak nyeri pergelangan kaki tidak nyeri varises  (-) reflek patella (+)

 

VIII. Harapan keluarga terhadap petugas yang ada

Harapan keluarga terhadap masalah kesehatan yang dihadapi adalah agar masalah tersebut dapat teratasi dan keluarga dapat  melakukan aktivitas sehari-hari dengan baik tanpa gangguan kesehatan.

Harapan keluarga terhadap kunjungan perawat keluarga adalah perawat keluarga dapat memberikan solusi yang tepat terhadap masalah kesehatan yang dihadapi keluarga dan membantu keluarga dalam mengatasi masalah tersebut selain itu dengan adanya kunjungan rumah tersebut keluarga berharap dapat menambah pengetahuan, mereka tentang kesehatan.

CONTOH ANALISIS DATA DAN DIAGNOSIS KEPERAWATAN

 

Analisis Data Tahap I

 

No

Data Penunjang

 

Masalah Keperawatan

1

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2.

DS:

–          Ny.R mengatakan bahwa sering terbangun pada malam hari untuk memenuhi kebutuhan dasar By.B, seperti member ASI dan mengganti popok untuk By.B

–          Ny.R mengatakan bahwa karena ia sering terbangun di malam hari dia menjadi sulit untuk tidur kembali

 

DO:

–          TD: 90/60 mmHg

–          Konjungtiva: subanemis

–          Terdapat lingkaran hitam di bawah mata

 

DS :

–          Ny.R mengatakan bahwa putting susu nya kecil dan tidak menonjol

–          Ny.R mengatakan bahwa ASI nya susah keluar

–          Ny.R  mengatakan bahwa selama hamil tidak pernah melakukan perawatan payudara: pemijatan pada puting susu

DO :

–          Puting susu Ny.R tampak retraksi

–          By.B tampak agak kuning karena intake ASI yang inadekuat

 

Gangguan Pola Tidur b.d perubahan peran sebagai seorang ibu

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pola Menyusi Tidak Efektif b.d retraksi puting

 

                                     

 

 

 

 

 

 


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: